Kamis, 28 November 2013

KISI-KISI UJIAN SEMESTER TIK KELAS XI IPS

KISI-KISI SOAL TIK KLS XI IPS.pdf

Senin, 18 Juni 2012

INFORMASI SERTIFIKASI GURU 2012


Daftar Peserta
daftar peserta

Daftar dan pecarian peserta Sertifikasi Guru 2012 dapat dilihat dihalaman ini
Materi PLPG
materi PLPG

Materi PLPG Sertifikasi Guru 2012 dapat dibaca atau diunduh disini
Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal
kisi-kisi UKA

Kisi-kisi UKA Sertifikasi Guru 2012 dapat dibaca atau diunduh disini
Informasi Calon Peserta Sertifikasi Guru
peserta

Informasi bagi calon peserta sertifikasi guru 2012...selengkapnya

Minggu, 17 Juni 2012

KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU TAHUN 2012

Bahan PLPG Matematika

SEJARAH MATEMATIKA DAN TOKOH ILMUANNYA




 1. Mesopotamia
- Menentukan system bilangan pertama kali
- Menemukan system berat dan ukur
- Tahun 2500 SM system desimal tidak lagi digunakan dan lidi diganti oleh notasi berbentuk baji
2. Babilonia- Menggunakan sitem desimal dan π=3,125
- Penemu kalkulator pertama kali
- Mengenal geometri sebagai basis perhitungan astronomi
- Menggunakan pendekatan untuk akar kuadrat
- Geometrinya bersifat aljabaris
- Aritmatika tumbuh dan berkembang baik menjadi aljabar retoris yang berkembang
- Sudah mengenal teorema Pythagoras
3. Mesir Kuno- Sudah mengenal rumus untuk menghitung luas dan isi
- Mengenal system bilangan dan symbol pada tahun 3100 SM
-Mengenal tripel Pythagoras
- Sitem angka bercorak aditif dan aritmatika
- Tahun 300 SM menggunakan system bilangan berbasis 10
4. Yunani Kuno- Pythagoras membuktikan teorema Pythagoras secara matematis (terbaik)
- Pencetus awal konsep[ nol adalah Al Khwarizmi
- Archimedes mencetuskan nama parabola, yang artinya bagian sudut kanan kerucut
- Hipassus penemu bilangan irrasional
- Diophantus penemu aritmatika (pembahasan teori-teori bilangan yang isinya merupakan pengembangan aljabar yang dilakukan dengan membuat sebuah persamaan)
- Archimedes membuat geometri bidang datar
- Mengenal bilangan prima
5. India- Brahmagyupta lahir pada 598-660 Ad
- Aryabtha (4018 SM) menemukan hubungan keliling sebuah lingkaran
- Memperkenalkan pemakaian nol dan desimal
- Brahmagyupta menemukan bilangan negatif
- Rumus a2+b2+c2 telah ada pada “Sulbasutra”
- Geometrinya sudah mengenal tripel Pythagoras,teorema Pythagoras,transformasi dan segitiga pascal
6. China- Mengenal sifat-sifat segitiga siku-siku tahun 3000 SM
- Mengembangkan angka negatif, bilangan desimal, system desimal, system biner, aljabar, geometri, trigonometri dan kalkulus
- Telah menemukan metode untuk memecahkan beberapa jenis persamaan yaitu persamaan kuadrat, kubikdan qualitik
- Aljabarnya menggunakan system horner untuk menyelesaikan persamaan kuadrat


Tokoh-Tokoh1. Thales (624-550 SM)Dapat disebut matematikawan pertama yang merumuskan teorema atau proposisi, dimana tradisi ini menjadi lebih jelas setelah dijabarkan oleh Euclid. Landasan matematika sebagai ilmu terapan rupanya sudah diletakan oleh Thales sebelum muncul Pythagoras yang membuat bilangan.2. Pythagoras (582-496 SM)Pythagoras adalah orang yang pertama kali mencetuskan aksioma-aksioma, postulat-postulat yang perlu dijabarkan ter lebih dahulu dalam mengembangkan geometri. Pythagoras bukan orang yang menemukan suatu teorema Pythagoras namun dia berhasil membuat pembuktian matematis. Persaudaraan Pythagoras menemukan 2 sebagai bilangan irrasional.3. Socrates (427-347 SM)Ia merupakan seorang filosofi besar dari Yunani. Dia juga menjadi pencipta ajaran serba cita, karena itu filosofinya dinamakan idealisme. Ajarannya lahir karena pergaulannya dengan kaum sofis. Plato merupakan ahli piker pertama yang menerima paham adanya alam bukan benda.4. Ecluides (325-265 SM)Euklides disebut sebagai “Bapak Geometri” karena menemuka teori bilangan dan geometri. Subyek-subyek yang dibahas adalah bentuk-bentuk, teorema Pythagoras, persamaan dalam aljabar, lingkaran, tangen,geometri ruang, teori proporsi dan lain-lain. Alat-alat temuan Eukluides antara lain mistar dan jangka.5. Archimedes (287-212 SM)Dia mengaplikasikan prinsip fisika dan matematika. Dan juga menemukan perhitungan π (pi) dalam menghitung luas lingkaran. Ia adalah ahli matematika terbesar sepanjang zaman dan di zaman kuno. Tiga kaaarya Archimedes membahas geometri bidang datar, yaitu pengukuran lingkaran, kuadratur dari parabola dan spiral.6. Appolonius (262-190 SM)Konsepnya mengenai parabola, hiperbola, dan elips banyak memberi sumbangan bagi astronomi modern. Ia merupakan seorang matematikawan tang ahli dalam geometri. Teorema Appolonius menghubungkan beberapa unsur dalam segitiga.7. Diophantus (250-200 SM)Ia merupakan “Bapak Aljabar” bagi Babilonia yang mengembangkan konsep-konsep aljabar Babilonia. Seorang matematikawan Yunani yang bermukim di Iskandaria. Karya besar Diophantus berupa buku aritmatika, buku karangan pertama tentang system aljabar. Bagian yang terpelihara dari aritmatika Diophantus berisi pemecahan kira-kira 130 soal yang menghasilkan persamaan-persamaan tingkat pertama. 
 
Sumber : http://www.hilman.web.id/posting/blog/924/sejarah-matematika-dan-tokoh-ilmuannya.html

Kamis, 22 Maret 2012

e-KTP, Kartu Identitas Pintar Indonesia

Kartu identitas elektronik mulai diperkenalkan. Meski masih ada kendala dalam proses pembuatannya, pemerintah sudah mulai bersiap untuk mengembangkan generasi kedua. Lalu, teknologi apa yang sebenarnya digunakan?

KTP pintar
Pada dasarnya, teknologi yang digunakan pada e-KTP bukanlah inovasi baru. Industri perbankan dan telekomunikasi sudah memanfaatkan kartu yang dilengkapi chip sejak beberapa tahun lalu. Dalam chip tersebut tersimpan data-data pemilik kartu yang hanya bisa ditulis dan dibaca dengan menggunakan perangkat tertentu. Kemampuan chip untuk menyimpan data secara elektronik itulah yang membuatnya diberi nama smart card (kartu pintar).

Sebuah chip smart card terdiri atas dua bagian, yaitu memori dan komponen mikroprosesor. Memori yang tertanam dalam chip tersebut terbagi dalam tiga jenis, Random Access Memory (RAM) dengan kapasitas hingga 8 kilobyte dan Read-Only Memory (ROM) dengan kapasitas hingga 346 kilobyte serta programmable ROM berkapasitas 256 kilobyte. Sedangkan mikroprosesornya memiliki kemampuan untuk menangani instruksi sepanjang 16 bit.

Chip yang dibenamkan pada e-KTP adalah produksi Cina. Chip tersebut diimpor dalam bentuk modul seperti film negatif yang biasa digunakan pada kamera konvensional. Dalam satu baris modul terdapat tiga chip yang masing-masing sudah dilengkapi dengan RAM berkapasitas 4 kilobyte. Masing-masing chip berdimensi 1,5 x 1,5 cm tersebut nantinya dibenamkan pada kartu plastik polyvinyl chloride (PVC) berstandar ISO 7810 yang berdimensi 8,5 x 5,3 cm menggunakan mesin pick and placer. Dilihat dari tipe koneksi chip de­ngan­ perangkat pembacanya, smart card terbagi menjadi dua jenis, yaitu kontak (contact) dan nirkontak (contactless). E-KTP yang saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah termasuk jenis contactless smart card. Ada beberapa faktor yang mendasari penggunaan smart card jenis ini. Daya tahan yang tinggi karena letak chip yang terlindung dari kontak langsung dengan udara, air, dan zat lainnya yang bisa menyebabkan timbulnya karat merupakan salah satu alasan utama. Terlebih lagi, Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis dengan kelembaban udara dan air yang tinggi. Faktor lainnya adalah kepraktisan dalam hal pembacaan data. Data yang tersimpan dalam contactless smart card bisa dibaca oleh perangkat pembacanya dari jarak maksimal 10 cm dengan kecepatan transfer data mencapai 106-848 kbit/s tanpa harus memasukkannya ke dalam slot khusus.


Meski teknologi yang digunakan bukan barang baru, pemerintah mengklaim keamanan e-KTP bisa diandalkan karena memiliki kemampuan autentikasi dua arah, enkripsi, dan tanda tangan digital. Autentikasi dua arah merupakan proses identifikasi yang terjadi ketika kartu elektronik berkomunikasi dengan perangkat pembacanya. Pada saat proses pembacaan data, sistem enkripsi bekerja untuk melidungi data yang tersimpan di dalam chip kartu elektronik sehingga data tidak mudah dicuri atau digandakan. Tanda tangan digital menjadi benteng pertahanan terakhir yang berfungsi untuk menjaga integritas data. Jika ada peretas (hacker) yang bisa menembus sistem enkripsi yang ada dan bermaksud untuk mengubah data yang tersimpan dalam chip, pencocokan tanda ta-ngan merupakan cara ampuh untuk melakukan validasi secara manual kepemilikan kartu identitas.

Selain feature pengaman elektronik, e-KTP juga dilengkapi beberapa feature pengaman yang terdapat pada fisik kartu. Untuk menjamin keaslian e-KTP, digunakan relief text, microtext, filter image, invisible ink, dan warna yang berpendar ketika berada di bawah sinar ultra violet merupakan beberapa feature pelindung yang bisa dilihat dan dirasakan melalui sentuhan pada fisik kartu.

Kemampuan chip untuk menyimpan data secara elektronik merupakan alasan utama digunakannya teknologi ini untuk e-KTP. Pasalnya, pemerintah ingin membenahi administrasi kependudukan yang dilengkapi dengan ciri-ciri spesifik dan khas dari setiap orang sehingga dapat menekan jumlah kartu identitas ganda. Ciri-ciri spesifik tersebut (yang dikenal dengan nama biometrik) ada beberapa macam, namun yang digunakan sebagai data pada e-KTP hanya sidik jari dan retina mata karena proses perekaman sidik jari dan retina relatif mudah serta tidak memerlukan biaya besar.

Generasi kedua

Belum lagi terlihat hasil implementasi e-KTP generasi pertama, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sudah ambil ancang-ancang untuk mempersiapkan e-KTP generasi kedua. Lembaga yang menjadi mitra BPPT untuk mengembangkan e-KTP generasi kedua ini adalah Multimedia Development Corporation SDN BHD (MDeC) dari Malaysia. Terpilihnya MDeC sebagai mitra karena keberhasilannya membuat MyKad, kartu identitas yang serupa dengan e-KTP dan telah digunakan sejak 10 tahun lalu di Malaysia.

Dalam acara penandatangan MoU antara BPPT dan MDeC, Chairman MDeC, Tan Sri Abdul Halim Ali berbagi cerita tentang manfaat penggunaan MyKad yang dirasakan pemerintah dan rakyat Malaysia. Menurutnya, MyKad memudahkan rakyat ketika berurusan dengan pemerintah seperti di bidang pelayanan kesehatan. Pemerintah Malaysia pun dapat memberi kemudahan layanan kepada rakyatnya berkat administrasi yang tertib. Pemberian subsidi bagi rakyat berpendapatan rendah juga lebih tepat sasaran dan bisa dipantau dengan mudah sehingga tidak terjadi penyalahgunaan oleh orang yang tidak berhak menerimanya. Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT, Hammam Riza, mengungkapkan perbedaan e-KTP dengan MyKad. Menurutnya, MyKad bisa sukses karena di dalam chipnya ada 60 aplikasi yang dapat digunakan untuk berbagai pelayanan publik. Sedangkan e-KTP yang tengah dikembangkan Indonesia saat ini masih sebatas penerapan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang akan digunakan sebagai basis data pemilih pada Pemilihan Umum 2014.


Kerja sama ini sekaligus menjadi ajang pertukaran pengetahuan dalam hal penerapan dan manajemen e-KTP generasi kedua di Indonesia. Dengan begitu, BPPT bisa belajar dari MDeC tentang cara pengembangan kartu identitas elektronik yang andal dan tepercaya, memiliki kesempatan untuk melihat langsung situasi penerapan dan permasalahan dalam pengem­bangan e-KTP multi fungsi, serta mendapatkan pengetahuan me­ngenai­ strategi pengelolaan e-KTP yang komprehensif. Selain itu, BPPT juga bisa mempelajari cara merancang roadmap yang mampu mendorong seluruh stakeholder untuk berperan serta dalam menyukseskan implementasi e-KTP generasi kedua. 
Sumber: Majalah CHIP 01/2012